This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Status Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Status Facebook. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Orang China Yang Menangis di Makam Gus Dur di Hari Imlek

Imlek kemarin Ibu mengajak aku ke Makam Gus Dur. Agak kuatir juga, karena Ibu jarang bepergian jauh. Tiba-tiba harus ke Jombang. Sopir yang menyetir sudah aku beri tahu, kalau mau ke  komplek makam Gus Dur dan keluarga Ponpes Tebuireng ,  Peziarah yang datang dari arah Surabaya saat memasuki Kota Jombang langsung menuju arah Malang-Kediri yang melintasi PG Cukir.
Parahnya sopir juga baru pertama kali ini ke daerah Jawa Timur. Jadi sempat kesasar. Tapi, inilah saktinya nama Gus Dur. Semua yang ditemui antusias saat ditanyai di mana letak makam Gus Dur. Ah, aku lega. Akhirnya sampai juga. Makam tersebut berjarak sekitar 8 km dari pusat Kota Jombang. Ada di Kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng.
Wajah Ibu yang pucat langsung berubah ceria begitu menginjakan kaki di halaman Ponpes. Aku tahu kenapa di hari libur Imlek ke Makam Gus Dur, bukan malah merayakannya seperti orang orang china yang lain, Gus Dur memang sangat berarti buat Ibu dan kami orang China keturunan. Aku masih inget betul, saat kecil ada pertemuan orang China di Klenteng dan menyambut kedatangan Gus Dur. Aku membacakan puisi dan Gus Dur mencium pipiku. Memuji kalau cara membaca puisiku bagus.
Komplek makam Gus Dur ternyata ramai bangeti. Gimana nggak ramai karena makam Gus Dur tepat berada di tengah-tengah ponpes dan banyak terlihat aktivitas santri yang mengaji dan belajar ilmu agama. Kupikir orang orang di sekitar makam yang sama seperti niatku mengunjungi makam, akan memandang asing dan heran aku dan Ibu yang China, tapi nyatanya tidak. Malah setelah acara doa ritual di makam, ada yang bilang kepadaku sudah biasa orang China datang ke Makam Gus Dur. Juga orang bule, orang lain agama. Itu karena Gus Dur pembela kaum minoritas.
Sore aku dan Ibu pulang. Aku lihat Ibu sempat menangis tadi di makam Gus Dur. Ibu bilang saat makan di sebuah rumah makan di Malang, Gus Dur adalah orang yang pertama mencabut Intruksi Presiden (Inpres) No 14/1967. Inpres yang dikeluarkan oleh ORBA ketika awal berkuasa pada tahun 1967dan  melarang kaum Tionghoa merayakan pesta agama dan adat istiadat di depan umum dan hanya boleh dilakukan di lingkungan keluarga.
“Karena Gus Dur, saat ini kita bisa merayakan Imlek…” begitu kata Ibu….


Penulis: Elisabeth Ngatini Alias Tiger
Kompasiana

Minggu, 16 Juni 2013

Gubernur Sulsel Bawa Pulang 17 Armada Pemadam Kebakaran Dari Jepang

MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo merampungkan kunjungan kerjanya ke Jepang sejak 6 Mei lalu. Hasilnya, Syahrul membawa pulang 17 unit armada pemadam kebakaran (Damkar) hibah dari pemerintah negeri matahari terbit tersebut.

Tidak hanya itu, Pemprov Sulsel juga mendapatkan bantuan enam unit ambulans dari Toyota. Rencananya, bantuan hibah tersebut akan disalurkan ke pemerintah kabupaten/kota yang membutuhkan. “Selama ini kan sejumlah kabupaten/ kota masih kekurangan sarana kesehatan khususnya ambulans yang memiliki peralatan lengkap. Dengan bantuan ini, minimal akan menutupi sebagian kebutuhan tersebut,” jelas Syahrul.

Demikian halnya dengan armada damkar yang dihibahkan. Pemprov masih akan melakukan pendataan daerah yang membutuhkan bantuan peralatanpemadam kebakaran. Sesuai jadwal, Syahrul dan rombongan akan tiba dari ke Jepang dan Korea Selasa (14/5). Diketahui, Syahrul mengunjungi negeri tirai bambu itu bersama dengan sejumlah kepada dinas yakni Kadis Bina Marga, Kadis Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Kadis Perindag, Kadis Tarkim, Kadis Pertanian, Kadis Kesehatan, dan Kadis Pertambangan dan Energi serta Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah.

Dalam kunjungannya, Syahrul melakukan pertemuan dengan pengusaha dan pemerintah setempat. Termasuk dalam upaya peningkatan ekspor pertanian dan pertambangan dari Sulsel. Kepala Biro Humas Pemprov Sulsel Ikbal Suaib mengungkapkan, selama lebih dari sepekan, telah melahirkan sejumlah kesepakatan dengan pengusaha dan pemerintah di negeri sakura tersebut.
 

Sabtu, 25 Mei 2013

Polisi Selidiki Kebakaran Bank Danamon

Api berhasil dipadamkan, petugas dari tim identifikasi Polrestabes Surabaya langsung lakukan proses penyelidikan di lokasi terbakarnya Bank Danamon di Jl HR Muhammad Nomor 86 Surabaya, Kamis (23/5/2013).
 
Pantauan suarasurabaya.net, tim identifikasi yang terdiri dari enam orang ini langsung masuk dan melarang siapapun ikut ke dalam gedung tersebut.

Beberapa karyawan Bank Danamon yang saat ini mulai berdatangan juga dilarang masuk. Mereka juga hanya bisa menunggu di luar gedung.

Sementara itu, saat ini petugas PMK juga telah meninggalkan lokasi. Disekitar lokasi puing-puing pecahan kaca masih tampak berserakan dan belum dibersihkan.

Petugas hingga saat ini juga belum bisa memastikan penyebab pasti dari kebakaran ini.



Laporan Dwi Yuli Handayani, Suara Surabaya

Kamis, 16 Mei 2013

Fenomena Menarik Islam Saat Ini

Fenomena menarik akhir2 ini
A: Suka Tahlil dan suka takbir
B: Suka Tahlil dan anti takbir
C: Anti Tahlil dan anti takbir
D: Anti Tahlil dan suka Takbir

* Kelompok A sangat lumrah dan mayoritas ummat Islam seluruh dunia. Mereka memang orang yang gemar dzikir, tahlil dan takbir menghiasi hatinya, sehingga jadi lembut dan rendah hati, ramah kepada siapapun meski beda aqidah, kelompok, atau bangsa.

* Kelompok B tidak ada, sebab di dalam "paket" dzikir terkandung tahlil dan takbir

* Kelompok C begitu menggebu-gebu dalam hal duniawi, tidak ingat Allah sama sekali, setiap mau dzikir langsung kambuh kantuknya atau mules.

* Kelompok D adalah sekte baru, sebenarnya minoritas, tapi mereka pegang duit (ada yg mendanai) dan pegang mic (media), sehingga nampak mayoritas. Sayang sekali juga, hatinya pada keras dan tegaan terhadap sesama muslim, terutama yg sedang tahlil. Dan kalau dia sedang takbir, frekuensi dan volumenya seperti sedang membentak "kucing kerra"... wal iyadzu billah.




Sadar Kamera

ada suatu acara seremoni, panitia rupanya ingin medokumentasi acara dg video. Seseorang yg ditugaskan memanggul kamera nampak sibuk menyorotkan lensanya merata ke seluruh hadirin.

Kamera tsb seperti punya kesaktian, sbb setiap kali kamera dan lampunya itu menyorot ke seseorang, tiba2 bisa berubah. Kalau kebetulan dia
* cemberut, tiba2 menjadikn cerah wajahnya
* kakinya "methingkrang", tiba2 mensopankan duduknya
* makannya "mangap2", tiba2 mengunyahnya "mingkem"
* ngobrol sendiri, tiba2 dia tawaddu' mendengarkan

Tindakan "sadar kamera" spt itu memang selayaknya terjadi, sbb kameranya kelihatan. Tapi bagaimana dg "candid camera" atau kamera tersembunyi.

Ternyata utk kita sehari2, ada 2 yg ditugaskan sbg kameraman, yakni Malaikat Roqib dan Malaikat Atid. Nah, kebetulan saat inipun kita sdg dishooting, maka lekas-lekaslah
* mengubah posisi dan sikap jadi sesopan mungkin
* mengubah raut wajah jadi seramah mungkin
* mengubah ucapan jadi seindah mungkin
* mengubah tindakan jadi semanfaat mungkin.

Bersikap baik, berkata yg baik, dan jadi org baik. Terus dijaga spt itu, sampai nanti ada yg teriak "CUT !!" kamera selesai dan di-OFF-kan oleh Malaikat Izrail.




Rabu, 01 Mei 2013

DUNIA KOMPUTER DAN DUNIA MANUSIA

Dalam komputer, sebenarnya Bill Gates (pencipta Windows) sudah menyediakan berjuta fungsi/kode yang disebut API (Application Programming Interface) yang tersimpan dalam file *.dll (Dynamic Link Library). Apapun kebutuhan kita dalam perkomputeran bisa kita selesaikan menggunakan fungsi-fungsi API tsb.
Contoh:
1. Untuk mengolah teks, kita tidak perlu menggunakan MS. Word, Notepad, Open Office, WordPad atau lainnya, kita bisa menggunaken Fungsi API “GetPrivateProfileString” dan “WritePrivateProfileString” yang keduanya terdapat dalam Kernel32.dll
2. Untuk menjalankan file multimedia, kita tidak perlu Winamp, WMP, KMP, Gom atau lainnya, kita bisa menggunakan Fungsi API “MciSendString” yang terdapat dalam Winmm.dll, atau fungsi “GetWindowRect” yang terdapat dalam User32.dll
3. Untuk browsing internet, kita tidak perlu Mozilla Firefox, Opera, Chrome, IE atau lainnya, tapi kita bisa menggunakan Fungsi API “IntrnetOpenHandle” yang terdapat dalam wininet.dll atau fungsi “UrlOpen” yang terdapat dalam urlmon.dll

Namun karena dalam Fungsi2 API tersebut banyak sekali Variable dan Constanta yang kita tidak tahu kegunaannya, juga karena tidak hanya satu fungsi saja yang kita butuhkan, dan aspek-aspek lain yang tidak bisa kita penuhi maka dibuatlah para aplikasi seperti MS. Word, Winamp, Firefox dan lainnya oleh para jenius yang tahu tentang fungsi-fungsi API tersebut.

Kesimpulannya adalah:
Fungsi API = al-Qura’n & al-Hadits
Winamp/MS. Word = Para Ulama/Kitab-kitab mereka


Indikator Akun Wahabi

1. Biasanya pakai nama laqob Arab: Abu, Ummu dan Ibnu. Ada pula yang menyisipkan nama daerah asal (. Nama akun: nisbat)-nya; al-Malanjy, Al-Batawi,dll. Tapi tak bisa digeneralisir, kok. Sebab, nama akun guru saya di dunia maya juga banyak yang memakai laqob dan memakai nisbat ini. Jangan terjebak dan jangan menggeneralisir. Sebab, akun Pembela Aswaja juga memakai identitas seperti ini.

2. Pakai nama abal-abal bombastis. Akbar Pembela Tauhid, Wahyu Penegak Sunnah, Abu Fahd Negara Tauhid, Dedi Pemberantas Bid'ah, Penegak Dakwah Islam, Mujahid Indonesia, Pembasmi Ajaran Sesat, Syahid Adalah Cita-Citaku, dan nama-nama berbau slogan-bombastis. Adapula yang memakai nama akun ejekan dan olok: Goos Door, Nahdlatul Juhala', Munzir Sesat Menyesatkan, dll. Ini detektor paling mudah. Sebab, sebatas pengetahuan saya, akun para pejuang Aswaja biasanya pakai nama asli, Ansoori Dahlan, Hilmy Muhammad, Ali Akbar Bin Agil, atau menggunakan nama aneh Pangeran Salafy; lucu kayak Sluman Slemet/ Giga Talawengkar; unik semacam Iben Mubarok dan Muhammad Toha Kepriben; gabungan kayak Sholahuddin Aba Mahya serta kerendahhatian dengan memakai nama Zainal Wongan.

3. Foto profil. Biasanya, mereka nggak pede atau mungkin minder (?) memajang wajahnya. Akun-akun ini menggunakan foto profil wajah ustadz impor yang mereka kagumi, menggunakan gambar berisi slogan bombastis sesuai misi mereka, foto sosok yang dibenci lalu diberi tanda silang, gambar tentara berkuda mengangkat panji, foto prajurit memakai balaklava memegang AK-47, foto salafi Jihadis macam Usamah bin Ladin, Ayman Azzawahiri, Commander Khathtab, Syamil Basayev, Imam Samudera, dll.

Jangan harap menemukan foto Upin Ipin, Naruto, Pak Raden, Spongebob, Woody Woodpacker, dalam akun fesbuk Wahhabi yang "terlalu" serius memandang dirinya, dan "underestimate" terhadap orang lain.

4. Status atau posting yang ia bagikan. Postingan Wahhabi ya gitu-gitu aja. Tahu sendirilah, banyak kopipastenya. Isinya juga tentang persoalan furuiyyah dan berputar pada tema itu-itu saja.

5. Grup dan Fanspage yang ia ikuti. Cek saja, jika ia lebih banyak mengikuti grup-grup yang mendiskreditkan amaliah Aswaja dan mencaci maki ulama, atau Fanspage ustadz-ustadz mereka. Para pejuang aswaja memang ada yang join ke grup/fanspage tersebut, tapi cuma memantau dan terkadang berjibaku di situ dengan sengit



Minggu, 28 April 2013

Mengapa Perang Terus (Di) Ada (Kan)

Mengapa setiap periode pasca Perang Dunia II, selalu terjadi perang yang melibatkan negara-negara Barat dengan negara-negara berpenduduk muslim sebagai target operasi?

Monggo, silahkan nonton Film "31° North 62° East". Film ini dengan sederhana tapi cerdas menyuguhkan fakta-fakta yang saling bertaut: negara-negara Eropa yang bersaing mengimbangi kartel senjata Amerika dalam bisnis perang, kontrak pembelian senjata antar negara senilai milyaran poundsterling, bisnis sandera, politisi yang diuntungkan isu terorisme, politisi yang menjadi makelar kontrak bisnis senjata, media yang berjualan isu teroris muslim, dan tentara yang hanya menjadi pion+korban ambisi para politisi. Semua saling terkoneksi, membentuk simbiosis dengan pola unik, dan....tentu saja berlangsung sampai kapanpun.

1. Jadi, jika anda pengusaha di bidang IT, ciptakanlah virus komputer agar barang dagangan anda berupa program "Anti Virus" laku terjual. Perang HARUS terus ada agar senjata tetap laku keras. Maklum, pabrik senjata semacam McDonell Douglas, Raytheon, General Dynamics, Textron McAlester, Northrop Grumman, Boeing, Lockheed Martin Corp, Sikorsky Aircraft, dan United Technologies Corp adalah salah satu penyumbang pajak dan penyumbang kampanye terbesar bagi capres Amerika. Ini belum di Rusia (Rosoboronexport) dan Prancis (Eurocopter, Renault--mesin jet), di Jerman terdiri Rheinmetall (produsen tank), Heckler and Koch, Nexter, Mistral MBDA, dan Airbus Military di Spanyol. Semua produk mereka laku keras karena PERANG TERUS (di)ADA(kan). Setiap ada negara yang berkonflik, produknya bakal tambah laris. Makelar senjata berkeliaran di berbagai negara, karena senjata dibeli dari hasil minyak (Timur Tengah), permata (Afrika), hingga narkoba (Amerika Latin).
(Coba lihat gambarannya di film "Blood Diamond", "Lord of War", & "Innocent Voice")

Ini belum bisnis Serdadu Bayaran (Mercenaries/ Soldier of Fortune) yang didominasi oleh perusahaan Black Water asal Amerika. (Film "Mercenaries")

2. Pialang senjata tak akan peduli siapa yang bakal menjadi pemenang dalam konflik, yang penting senjatanya laku, syukur-syukur jika mereka yang bertikai memborong produk jualannya. (Cek di film based on true story: Lord of War)

3. Tentara harus dikorbankan agar bisnis para jenderal berjalan mulus. Ya, domba-domba perlu disembelih agar singa tampak perkasa. (Film, "Lion for The Lambs")
----
Senjata pemusnah massal bukan Bom Atom atau rudal balistik antar benua yang jarang digunakan, melainkan senjata perorangan (F-16, AK 47, M-4A1, HK-416, MP-4, FN, revolver, dlsb) karena senjata inilah yang paling banyak memakan korban.
---
Bukan Khutbah Jumat!
 
 

Sosiologi + Arkeologi Nama

Yang pernah saya baca--tapi lupa referensinya-- penggunaan nama-nama yang berakhiran ad-din (agama) marak semenjak Perang Salib berkecamuk dan masih tertinggal residunya sekitar 15 tahun silam. Setelah itu generasi milenium baru lahir, tapi jarang yang menggunakan nama-nama berakhiran ad-din seperti Nuruddin, Shalahuddin, Taqiyuddin, Najmuddin, Burhanuddin, Saifudin, Badruddin dlsb (ingat lagu "Udin Sedunia").

Lebih jauh, nama-nama khas Jawa yang ditandai dg hari pasaran/bulan Jawa: Legimin (Legi), Poniman (Pon), Paiman (Pahing), Wagino (Wage), Klimin (Kliwon), Sapari (Sapar), Suratmi (Suro), Juminem (Jumadil Awal/Akhir), Waljinah (Syawal), Saryanto (Besar) telah menjadi artefak sejarah sejak era kelahiran 1990-an.

Jika nama di atas biasanya bagi kalangan "biasa", nama-nama bangsawan, yang lazimnya ditambahkan Raden atau Raden Ajeng, juga mulai pudar dan jarang digunakan kecuali sebatas gelar-gelar keraton, misalnya yang berakhiran Nagoro, Alam, Bawana/Buwana, Kusumo.

Dinamika zaman memang bisa ditandai dengan tatanama (nomenklatur). Karena nama adalah doa, maka Walisongo melakukan Islamisasi melalui budaya, termasuk nomenklatur. Pasca Walisongo, nama-nama manusia berdasarkan binatang yang di"sakral"kan seperti Gajah(mada), (h)Ayam Wuruk, Lembu Sora, Kebo Anabrang, Banyak Wide, dlsb tergeser nama-nama harapan: Slamet, Prakoso, Widodo, dlsb, maupun nama Arab yang dilafalkan lidah Jawa: Ngabdullah, Soleman, Brahim, Ngali, Ngaisah, Kotijah, dlsb.

Kemudian, era berganti saat orangtua zaman dulu memberi nama anaknya (tasmiyah) dengan tafaul-an berdasarkan nama orang sholeh, biasanya nama ulama mushonnif kitab.
Hanya saja dalam pelafalan maupun penulisan seringkali membuat nama orang sholeh "tereduksi", lebih nJawa-ni, misalnya:
Assyarqowi: Sarkowi
Assuyuthi: Sayuti
Assyaibani: Sebani
Al-Qushtalani: Kastalani
Assubki: Subeki
Al-Kamtsari: Kamsari
Al-Syirazi: Saeroji
Addasuqi: Dasuki
Assyirbini: Sarbani
Attahawy: Tohawi
Attaftazani: Taptojani
............
(silahkan ditambah sendiri)

Ada pula nama seseorang yang berdasarkan nama kitab. Di antara tujuannya adalah si anak bisa menjadi seperti penulis kitab tersebut, atau berharap akhlak dan karakternya terjiwai dari isi kitab yang disematkan pada namanya:
Ihya' Ulumiddin
Fathul Bari
Fathul Qodir
Fathul Mu'in
Fathul Wahhab
Fathul Majid
Fathurrobbani
Fathurrohman
Nailul Author
Nurul Burhan
Nurul Yaqin
Syifa-ul Qulub
Syamsul Ma'arif
Khusnul Hamidiyyah
Hilyatul Awliya'
Qatrun Nada
Lathoiful Ma'arif
Aunul Ma'bud
Busyro al-Karim
Khozinatul Asror
Minhajul Qowim
Minhajul Abidin
Riyadlul Badi'ah
...............(silahkan ditambahi sendiri)
-----
Nama, telah menjadi doa, labelling, kasta, bahkan tinanda zaman...


Kontes Pencarian Bakat di TV

Seandainya, hanya seandainya, kontes-kontes pencarian tak hanya berkutat pada olah vokal & tari, alangkah dahsyatnya.
Taruhlah misalnya, Kemendikbud bekerjasama dengan stasiun TV tertentu, menyelenggarakan kontes "ilmuwan berbakat" atau programmer. Misal: kontes pembuatan robot, kontes programmer IT, kontes aeroteknologi, kimia, fisika, matematika, dlsb.

Kalaupun selama ini sudah ada LKTI-Remaja + presentasi produk temuan, kesannya masih kaku, formal, dan atas nama lembaga pendidikan dengan seleksi tingkat kabupaten hingga provinsi. Seandainya format kompetisi yang formal diubah menggunakan gaya kontes ala Stasiun TV, alangkah bagusnya. Para juri juga harus sekelas profesor yang benar-benar berkarya dan level penemu yang memiliki hak paten di bidangnya. Durasi seleksi nasional, sebagaimana kontes di TV swasta, antara 3-4 bulan. Pemenang ditentukan penilaian dewan juri serta melalui polling masyarakat yang merasa terbantu dengan produk temuan peserta, baik saat ini atau kelak di masa depan. Tak ada eliminasi, semua lolos sebagai ilmuwan masa depan Indonesia. Karena itu Kemendikbud harus sudah menyiapkan jalur beasiswa ke universitas-universitas unggul di luar negeri yang sesuai bidang para kompetitor.

Kelak, di tangan ilmuwan-ilmuwan inilah kita berharap Indonesia berjaya di berbagai bidang, dengan berbagai produk temuan mereka. Syukur-syukur ada di antara mereka yang meraih anugerah Nobel berdasarkan bidangnya.
----
Tapi.. jika Jepang mendidik siswa menciptakan robot, Indonesia malah mendidik siswa seperti (dan diprogram menjadi) robot bertubuh manusia (humanoid).


Rabu, 24 April 2013

Kalau Boleh Saya Jujur

seorang teman, dalam sebuah percakapan, berkata kepada saya, "begini, mas Timur... kalau saya boleh jujur...", yang langsung saya sergah, "engkau bukan dan tidak saja boleh jujur... malah HARUS JUJUR! untuk jujur saja kok ya mesti lebih dulu bilang 'kalau saya boleh jujur...' menyedihkan nian dikau!"


Timur Sinar Suprabana 

Heroik namun Mustahil

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo membela mati-matian 11 prajurit penyerang sekaligus pembunuh 4 tahanan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Bahkan, ia rela 'tukar kepala' dengan 11 orang prajuritnya itu.

"Bila perlu, yang 11 orang saya tukar. Dia di luar saya di dalam, saya siap. Lima tahun lagi saya pensiun, apapun bentuk hukuman saya siap," tegasnya usai menghadiri HUT Kopassus di Gedung Balai Komando Kopassus, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013) siang.

~ Timur Sinar Suprabana: HEROIK! namun MUSTAHIL untuk DIWUJUTKAN. kerna SISTEM HUKUM tidak memungkinkan hal itu. pernyataan tersebut, menurutku, sejenis dengan pernyataan Anas Urbaningrum, "Kalau terbukti satu rupiah saja saya korupsi proyek hambalang... Silakan gantung Anas di monas...


Gawan Bayi

* Anak yg cerdas bawaan lahir, biasanya kalah sama yang pinter karena belajar keras
* Anak yg ayu bawaan lahir, biasanya kalah sama yang ayu karena berusaha mempercantik diri. Demikian pula yang ganteng.
* Anak yg bernasab (asli) mulia, biasanya kalah juga sama yang berusaha memuliakan nasabnya
* Bahkan yg kaya bawaan lahir, kadang bisa juga kalah kaya dg yang mau bekerja keras wal cerdas.

Jadi bukan jamannya "cari2 alasan" dg mengklaim diri "sdh gawan bayi"...
 
 
Agus Zainal Arifin 

Tekan Delete

Di tepi sungai kadang ada yg mangkal sementara, sambil berjualan ala kadarnya. Setelah lama dan
* Tdk ada teguran, lalu coba memasang kayu2 utk meja dagangan.
* Tdk ada teguran, lalu diikuti yg lain.
* Tdk ada teguran, lalu mencoba membangun semi permanen.
* Tdk ada teguran, lalu mengubah jadi sekalian rumah tinggal.
* Tdk ada teguran, lalu jadi bangunan permanen, bahkan tingkat.

Begitu tiba saatnya penertiban, ruwet, hrs negosiasi, bayar ganti rugi, berantem tdk mau pindah, dst hingga perlu mendatangkan aparat, komnas, politisi, dll. Bahkan sering muncul bonus problem, spt sosial, pendidikan (anak2 mrk yg tadinya sekolah), keamanan, dll.

Demikianlah masalah yg dibiarkan, maka akan membesar dan menguat, shg sulit diselesaikan. Seandainya dihadapi saat masalah itu masih kecil, tentu jauh lbh mudah.

Nah para pemalas yg hobi menunda biasanya juga punya masalah yg besar dan kuat, sbb suatu masalah itu makin dihindari, akan makin melar. Jadi mumpung masih kecil, masalah hrs segera ditengok dan tekan tombol "delete".

Do'a anak Untuk Orang Tua

Doa anak ini baik sekali utk org tua:
"Warhamhuma kama rabbayani shaghira"
Kasihanilah mereka sebagaimana (cara, kadar) mrk mengasuhku semasa kecil.

Hanya saja mungkin jadi tidak baik bila si orang tua dulunya tdk "mengasuh" dg baik.
* Selalu menyalah2kan anaknya, shg anaknya tdk pernah pede
* Suka main pukul pd hal2 sepele, shg anaknya kesakitan scr fisik
* Suka mengutuk dg doa jelek, shg sebagian mujarab dideritanya
* Suka membiarkan berteman dg org jahat, shg jahat jadi kebiasaannya
* Suka membiarkan anaknya kumpul dg para teroris aqidah, shg anaknya jadi tukang "pembid'ah", pengutuk kebaikan

Mumpung blm terlanjur, sambil mengajarkan doa itu ke anak, perlu juga meneliti efek baliknya kelak.


La yukallifullahu nafsan illa wus'aha

"La yukallifullahu nafsan illa wus'aha"
Ayat ini mendeklarasikan beban yg diterima seseorang itu memang sdh pas, sesuai dg org itu.

Beban tugas berat akan dipikul oleh org besar. Orang kecil akan memikul beban tugas yg ringan.

Tugas-tugas yg besar juga berkorelasi dg hadiah yg besar. Demikian pula tugas-tugas yg ringan jangan berharap hadiah yg terlalu besar.

Maka beruntunglah org2 yg berdoa dan berusaha memperkuat kemampuan lahir dan batinnya untuk bersiap menerima tugas besar dan sekaligus hadiah besar dari Allah SWT.
 
 
Agus Zainal Arifin 

Peretas Website Presiden Dituntut 6 tahun Penjara

Wildan Yani Ashari (20 th), peretas (hacker) lulusan SMK yang membobol web Presiden RI, dituntut hukuman 6 tahun penjara. Bandingkan dengan tuntutan terhadap Rasyid Radjasa yang cuma 8 bulan meskipun menewaskan dua orang (hoahmmmm).

Seandainya saya menjadi Presiden RI (hwalah), Wildan nggak bakal saya biarkan menghuni penjara. Peretas yang bekerja sebagai penjaga warnet di Jember ini akan saya kasih beasiswa untuk kuliah di MIT di Amrik sana. Wildan juga akan saya minta menghubungi kawan-kawan sesama peretas agar mengikuti seleksi "The Best Hacker" yang dikawal Unit Cyber Criminal Polri. Hasil seleksi peretas terbaik ini akan saya kuliahkan juga di luar negeri. Pilihan kampusnya? Saya serahkan ke alumni kompetisi peretas ini. Saya hanya memerintahkan Mendikbud agar mencukupi segala kebutuhannya hingga lulus. Setelah selesai kuliah, mereka akan mengabdi sebagai tim penunjang Cyber Crime Mabes Polri, atau bisa ditarik ke BIN. Nah, bakat mereka malah bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Panjenengan pernah lihat film Transformers, kan? Lihatlah saat peretas gendut kocak bernama Glen Withmann justru direkrut Departemen Pertahanan AS lalu diperbantukan ke Sector 7 untuk memecahkan kode-kode misterius alien Decepticons.

Jadi begini, sahabat Optimus Prime, terkadang ada beberapa jenius yang justru belum menemukan jalan kesuksesannya, hingga akhirnya iseng dan kurang tepat mendayagunakan talentanya. Mereka butuh pemandu jalan, seorang pathfinder, seorang mursyid, yang bertugas menggelar karpet merah bagi keberhasilan mereka di masa depan, sebagaimana Mike Tyson ditempa Cus D'Amato, Raden Syahid yang digembleng Sunan Bonang, atau sebagaimana Sayidina Umar bin Khatthab yang dibimbing Rasulullah.

Jadi, memenjarakan Wildan sama halnya membunuh telentanya, mengerdilkan kepercayaan dirinya, dan bahkan menghancurkan masa depannya...

Demikianlah, para sahabat Bumble Bee yang berbahagia...



Buku Terbaru Mantan Kiai NU H. Mahrus Ali

P.E.N.T.I.NG!!!!

Kabarnya, H. Mahrus Ali, si Mantan Kiai NU itu, bakal merilis karya terbarunya dalam waktu dekat ini. Berikut judul-judulnya:

1. "Mantan Kiai NU Menggugat Amaliah Bid'ah Mister Bean, Alvin and The Chipmunks, dan Sherk."

2. "Kupas Tuntas Amalan Pelaku Bid'ah NU (Newcastle United): transfer pemain ilegal, ritual berdoa di kamar ganti pemain, mitos Stadion St. James Park, dan gonta-ganti pelatih."

3. "Mantan Kiai NU Menggugat Ritual-Ritual Syirik Captain America, Batman, Superman, Thor, Hulk, Iron Man, Optimus Prime, dan Bumble Bee."

4. "MasyaAllah, Kiai Kok Bergelimang Kemusyrikan: Upaya Detektif Conan, Detektif Kindaichi, dan Sherlock Holmes Membongkar Tuntas Perilaku Kiai Plered, Kiai Sengkelat, Kiai Rajegwesi, Kiai Kongkalikong, Kiai Dingdong, dan Kiai Ningnangninggong"

5. "Mantan Kiai NU Membongkar Tuntas Perilaku Syirik & Sesat: Naik Odong-Odong Tanpa Celana Dalam"

6. "Mantan Kiai NU Membongkar Amaliyah Sesat di Kalangan Umat Islam Nusantara: Baca Komik Tanpa Baca Bismillah, Fesbukan di Toilet Umum, dan Turun dari Becak Tanpa Ancang-Ancang"

7. "Kesesatan Amaliyah Tintin dan Kapten Braddock"

8. "Mewaspadai Aliran Sesat Doraemon dan Kantong Ajaib"

9. "Ketika Unyil Dipertuhankan", ini merupakan sekuel karya Hartono Ahmad Jaiz, "Ketika Kiai Dipertuhankan"...
----
Kabar HOAX!



Fenomena Fesbuker

1. Bikin status melulu, tanpa pernah komentar maupun memencet "like" di status orang lain. Dari curhat, meratap, mengumpat, status aneh (misalnya nulis "Horeee"), hingga upload foto menjijikkan. Ini tipikal penderita Schizophrenia pemula.

2. Bikin status, ya komen maupun kasih jempol, baik di statusnya maupun di status sahabat. Baginya tak memberatkan berkomentar dan me-like status orang lain, jika itu bisa menyenangkan sahabatnya.

3. Update dagangan melulu, bahkan tiap menit, tanpa sadar mata sahabatnya terganggu. Ini tipikal "bad marketers", persis salesman yang saban 1 jam sekali promosi di beranda rumah kita.

4. Nggak kenal, minimal nggak akrab, tapi kerjaannya mengirim invite. Biasanya game Texas Holdem Poker, atau game lain. Ingin meremove, tapi nggak enak hati.

5. Nggak kenal, nggak pernah berinteraksi dengan sahabatnya--baik status, tag, colek, chat, komentar, maupun like--, tiba-tiba memasukkan kita ke grup yang sama sekali kita nggak tahu jenis dan maksud grup ini. Dan...setelah itu grup nggak jelas ini lowong, sepi, sama sekali tak ada partisipasi anggota yang "diculik" tanpa izin atau tanpa konfirmasi persetujuan.

6. Ada pula yang nggak pernah interaksi, tiba-tiba asal comot nama kita untuk bergabung di grup "agama" tapi isinya saling hujat, pakai nama binatang pula. Biasanya sahabat jenis ini lagi sibuk debat, berperang, atau apalah sebutannya, dan kita ditarik sebagai sekutu ideologis agar ikut terlibat dalam "perang-perangan"-nya.

7. Jarang bikin status, tapi sering share status fanspage, atau sahabatnya. Biasanya share informasi yang berharga baik untuk dirinya maupun dibaca orang lain agar bermanfaat.

8. Narsis akut. Tiap update selalu update ibadah dan amal solehnya. Ada pula yang dengan bangga memamerkan aibnya. NARSISTO Ergo Sum, aku narsis maka aku eksis. Ini tipikal selebritis yang merasa perlu konferensi pers di hadapan publik.

9. Nggak pernah bikin status, nggak pernah me-like, hobinya hanya komentar di status sahabat-sahabatnya. Sayang, komentarnya selalu sengak, sinis dan sama sekali nggak mutu. Entah menunjukkan diri sebagai orang berpikiran kritis atau motif lain. Ini tipikal megalomaniak. Jika mau, anda bisa meremove sahabat bertipe komentator olahraga ini.
---
Fesbukku, Fesbuk Anda, Fesbuk Kita...
Monggo jika ada yang menambahkan...



Mas Hendrajit

Selasa, 23 April 2013

Hisab

"Gak mentolo", tidak tega dg wawancara Rhoma Irama di "Mata Najwa". Tembakan Najwa sih tepat semua. Tapi meski kadang sdh jelas tidak bisa dijawab, masih juga diberondong. Seakan tdk puas bila belum terdengar pengakuan "nyerah".

Pada bagian yg mempermalukanpun dikejarnya terus sampai ujung. Meski sdh menolak, tanda menyerah, terus saja dihajar. Pdhal bahasa tubuh org malu kan dpt kita lihat dg jelas.

Bbrp minggu kemudian wawancara yg sama juga dilakukan oleh Tina Talisa. Aneh, Tina yg dulunya lbh "heboh" dari pada Najwa, ternyata skrg berubah total. Rhoma dicecar juga, tp dg penuh gelak tawa riang keduanya. Bila sdh sampai titik malu, Tina segera berhenti dan bikin intermeso.

Karakter 2 macam itu kadang juga ada di saat ujian TA atau Tesis di manapun. Tipikal dosen yg ingin mengekspose kesalahan nampak sangat berbeda dg yg ingin mengekspose argumentasi ilmiah si mahasiswa.

Barangkali Hisab di akhirat kelakpun akan begitu juga. Makanya saat imam shalat membaca ayat
"Tsumma inna alaina hisabahum"

Maka kita makmum pada menjawab
"Rabbi hasibni hisabay yasiira"
Tuhanku, hisablah aku dg hisab yg ringan.

Harapannya kalau ada salah2 dikit yg saya kelupaan tdk meng-istighfari-nya mohon jangan ditanyakan, diampuni saja langsung.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More