This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Foto Gus Dur di Klenteng Bun Bio

Sebuah Klenteng pada umumnya di dalam bangunan terdapat altar untuk berdoa, patung dewa, gambar dewa, dan lainnya yang kental dengan agama Khong Hu Chu. Namun ada berbeda dan menarik di Klenteng Bun Bio Jl. Kapasan, Surabaya.

Di ruangan Klenteng Bun Bio ini, terpajang foto almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dikenal Gus Dur. Foto Gus Dur tersebut terpajang menghiasi ruangan Klenteng, dengan bingkai foto di depan Altar utama sebelah kiri. Sedangkan pada sebelah kanan altar utama terdapat Arca Khong Hu Chu atau Kong Co.

Bio Kong juru kunci Klenteng Bun Bio mengatakan, Gus Dur merupakan sosok yang dihormati oleh warga Tionghoa. Berkat jasa Gus Dur pada masa pemerintahannya, warga Tionghoa bisa kembali mendapatkan kebebasan untuk melaksanakan tradisi, Budaya dan beribadah di Klenteng.

"Pada masa pemerintahan sebelum Gus Dur, atau masa orde baru beribadah di Klenteng, dan kegiatan-kegiatan keagamaan, adat istiadat warga Tionghoa dilarang. Namun saat Gus Dur menjadi Presiden, kebebasan untuk beragama khususnya Khong Hu Chu mulai diperbolehkan," kata Bio Kong, yang sudah menjadi juru kunci di Klenteng Bun Bio selama 10 tahun, Jumat (31/1/2014).

Dia menambahkan, berkat jasa Gus Dur, etnis Tionghoa di Indonesia bisa melakukan ibadah dengan adat, tradisi dan kepercayaannya masing-masing. "Foto Gus Dur ini untuk mengenang beliau yang sudah wafat, sekaligus sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada Gus Dur," kata Bio Kong.

Sekadar diketahui, ketika Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI ke-4, dia menerbitkan Kepres No. 6 tahun 2000, yang bertujuan untuk mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 yang dikeluarkan Pemerintah Orde Baru. Sejak tahun 2001, Gus Dur juga menetapkan Imlek sebagai hari libur fakultatif dan kemudian berlanjut sebagai hari libur nasional dengan terbitnya Kepres no 19 tahun 2002 pada masa pemerintahan Presiden Megawati.


Teks Foto:
- Bio Kong juru kunci Klenteng Bun Bio meletakkan foto Gus Dur di tempat semula, setelah dibersihkan.

Suara Surabaya

Orang China Yang Menangis di Makam Gus Dur di Hari Imlek

Imlek kemarin Ibu mengajak aku ke Makam Gus Dur. Agak kuatir juga, karena Ibu jarang bepergian jauh. Tiba-tiba harus ke Jombang. Sopir yang menyetir sudah aku beri tahu, kalau mau ke  komplek makam Gus Dur dan keluarga Ponpes Tebuireng ,  Peziarah yang datang dari arah Surabaya saat memasuki Kota Jombang langsung menuju arah Malang-Kediri yang melintasi PG Cukir.
Parahnya sopir juga baru pertama kali ini ke daerah Jawa Timur. Jadi sempat kesasar. Tapi, inilah saktinya nama Gus Dur. Semua yang ditemui antusias saat ditanyai di mana letak makam Gus Dur. Ah, aku lega. Akhirnya sampai juga. Makam tersebut berjarak sekitar 8 km dari pusat Kota Jombang. Ada di Kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng.
Wajah Ibu yang pucat langsung berubah ceria begitu menginjakan kaki di halaman Ponpes. Aku tahu kenapa di hari libur Imlek ke Makam Gus Dur, bukan malah merayakannya seperti orang orang china yang lain, Gus Dur memang sangat berarti buat Ibu dan kami orang China keturunan. Aku masih inget betul, saat kecil ada pertemuan orang China di Klenteng dan menyambut kedatangan Gus Dur. Aku membacakan puisi dan Gus Dur mencium pipiku. Memuji kalau cara membaca puisiku bagus.
Komplek makam Gus Dur ternyata ramai bangeti. Gimana nggak ramai karena makam Gus Dur tepat berada di tengah-tengah ponpes dan banyak terlihat aktivitas santri yang mengaji dan belajar ilmu agama. Kupikir orang orang di sekitar makam yang sama seperti niatku mengunjungi makam, akan memandang asing dan heran aku dan Ibu yang China, tapi nyatanya tidak. Malah setelah acara doa ritual di makam, ada yang bilang kepadaku sudah biasa orang China datang ke Makam Gus Dur. Juga orang bule, orang lain agama. Itu karena Gus Dur pembela kaum minoritas.
Sore aku dan Ibu pulang. Aku lihat Ibu sempat menangis tadi di makam Gus Dur. Ibu bilang saat makan di sebuah rumah makan di Malang, Gus Dur adalah orang yang pertama mencabut Intruksi Presiden (Inpres) No 14/1967. Inpres yang dikeluarkan oleh ORBA ketika awal berkuasa pada tahun 1967dan  melarang kaum Tionghoa merayakan pesta agama dan adat istiadat di depan umum dan hanya boleh dilakukan di lingkungan keluarga.
“Karena Gus Dur, saat ini kita bisa merayakan Imlek…” begitu kata Ibu….


Penulis: Elisabeth Ngatini Alias Tiger
Kompasiana

Rabu, 24 April 2013

Do'a anak Untuk Orang Tua

Doa anak ini baik sekali utk org tua:
"Warhamhuma kama rabbayani shaghira"
Kasihanilah mereka sebagaimana (cara, kadar) mrk mengasuhku semasa kecil.

Hanya saja mungkin jadi tidak baik bila si orang tua dulunya tdk "mengasuh" dg baik.
* Selalu menyalah2kan anaknya, shg anaknya tdk pernah pede
* Suka main pukul pd hal2 sepele, shg anaknya kesakitan scr fisik
* Suka mengutuk dg doa jelek, shg sebagian mujarab dideritanya
* Suka membiarkan berteman dg org jahat, shg jahat jadi kebiasaannya
* Suka membiarkan anaknya kumpul dg para teroris aqidah, shg anaknya jadi tukang "pembid'ah", pengutuk kebaikan

Mumpung blm terlanjur, sambil mengajarkan doa itu ke anak, perlu juga meneliti efek baliknya kelak.


La yukallifullahu nafsan illa wus'aha

"La yukallifullahu nafsan illa wus'aha"
Ayat ini mendeklarasikan beban yg diterima seseorang itu memang sdh pas, sesuai dg org itu.

Beban tugas berat akan dipikul oleh org besar. Orang kecil akan memikul beban tugas yg ringan.

Tugas-tugas yg besar juga berkorelasi dg hadiah yg besar. Demikian pula tugas-tugas yg ringan jangan berharap hadiah yg terlalu besar.

Maka beruntunglah org2 yg berdoa dan berusaha memperkuat kemampuan lahir dan batinnya untuk bersiap menerima tugas besar dan sekaligus hadiah besar dari Allah SWT.
 
 
Agus Zainal Arifin 

Buku Terbaru Mantan Kiai NU H. Mahrus Ali

P.E.N.T.I.NG!!!!

Kabarnya, H. Mahrus Ali, si Mantan Kiai NU itu, bakal merilis karya terbarunya dalam waktu dekat ini. Berikut judul-judulnya:

1. "Mantan Kiai NU Menggugat Amaliah Bid'ah Mister Bean, Alvin and The Chipmunks, dan Sherk."

2. "Kupas Tuntas Amalan Pelaku Bid'ah NU (Newcastle United): transfer pemain ilegal, ritual berdoa di kamar ganti pemain, mitos Stadion St. James Park, dan gonta-ganti pelatih."

3. "Mantan Kiai NU Menggugat Ritual-Ritual Syirik Captain America, Batman, Superman, Thor, Hulk, Iron Man, Optimus Prime, dan Bumble Bee."

4. "MasyaAllah, Kiai Kok Bergelimang Kemusyrikan: Upaya Detektif Conan, Detektif Kindaichi, dan Sherlock Holmes Membongkar Tuntas Perilaku Kiai Plered, Kiai Sengkelat, Kiai Rajegwesi, Kiai Kongkalikong, Kiai Dingdong, dan Kiai Ningnangninggong"

5. "Mantan Kiai NU Membongkar Tuntas Perilaku Syirik & Sesat: Naik Odong-Odong Tanpa Celana Dalam"

6. "Mantan Kiai NU Membongkar Amaliyah Sesat di Kalangan Umat Islam Nusantara: Baca Komik Tanpa Baca Bismillah, Fesbukan di Toilet Umum, dan Turun dari Becak Tanpa Ancang-Ancang"

7. "Kesesatan Amaliyah Tintin dan Kapten Braddock"

8. "Mewaspadai Aliran Sesat Doraemon dan Kantong Ajaib"

9. "Ketika Unyil Dipertuhankan", ini merupakan sekuel karya Hartono Ahmad Jaiz, "Ketika Kiai Dipertuhankan"...
----
Kabar HOAX!



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More